{"meta":{"page":0,"pages":0,"perpage":0,"total":50,"sort":null,"field":null},"data":[{"card":" \t\n \t\t\t\t\t\t\t\t
Perbedaan utama antara cuaca dan iklim adalah tentang ...
\r\n
\r\na. waktu dan luas tempat
\r\nb. waktu
\r\nc. tempat
\r\nd. tak ada perbedaan
\r\ne. perhitungan awal mula penentuan <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Di Indonesia, peristiwa yang paling sering terjadi pada saat musim hujan yang ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan awan-awan vertikal besar adalah
\r\n
\r\na. hujan batu
\r\nb. petir
\r\nc. badai tropis
\r\nd. siklon tropis
\r\ne. hujan salju <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Klasifikasi iklim di Indonesia sering mengandalkan parameter hujan sebagai faktor penentu, karena
\r\n
\r\na. Mudah ditemukan.
\r\nb. Tidak sulit untuk dihitung besarnya.
\r\nc. Mencerminkan berbagai fenomena cuaca dan iklim di wilayah tropic.
\r\nd. Sulit untuk mengukurnya.
\r\ne. Mudah diukur. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
La Nina dan El Nino sebenarnya merupakan fenomena yang terjadi di lautan, seperti halnya fenomena Dipole Mode. Semua fenomena tersebut mengakibatkan cuaca dan musim di Indonesia berubah. Fenomena La Nina dan El Nino terjadi di ...
\r\n
\r\na. Samudera Pasifik lintang tengah
\r\nb. Samudera Hindia sekitar ekuator
\r\nc. Samudera Atlantik sekitar ekuator
\r\nd. Samudera Pasifik sekitar ekuator
\r\ne. Samudera Hindia lintang tengah <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Air merupakan universal solvent, hal ini disebabkan karakteristik air yang memiliki
\r\n
\r\na. Ikatan hidrogren yang kuat.
\r\nb. Molekul bersifat bi-polar.
\r\nc. Densitas anomali.
\r\nd. Atom hidrogen dan oksigen yang mudah terlepas satu sama lain.
\r\ne. Tiga wujud di alam, balk sebagai benda cair, padat, ataupun gas. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
ARLINDO (Arus Lintas Indonesia) merupakan salah satu arus di Indonesia yang berperan penting dalam pengaturan iklim di sekitar Asia Tenggara dan Australia. Arus ini terjadi akibat
\r\n
\r\na. Angin monsun yang berbalik arah setiap 6 bulan sekali di wilayah Indonesia.
\r\nb. etinggian permukaan air laut di Samudera Pasifik bagian barat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi permukaan air laut di Samudera Hindia bagian timur.
\r\n
\r\nc. Ketinggian permukaan air laut di Samudera Pasifik bagian barat yang lebih rendah dibandingkan dengan Ketinggian permukaan air laut di Samudera Hindia bagian timur.
\r\n
\r\nd. Perbedaan temperatur antara air €aut di Samudera Pasifik yang lebih hangat dibandingkan dengan air laut di samudera Hindia.
\r\n
\r\ne. Perbedaan temperatur antara air laut di Samudera Pasifik yang iebih dingin dibandingkan dengan air laut di Samudera<\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Anomali densitas merupakan salah satu sifat fisik yang dimiliki secara unik oleh air. Fenomena di bawah ini yang BUKAN merupakan dampak anomali densitas adalah
\r\n
\r\na. Air danau atau laut akan membeku pada musim dingin mulai dari permukaan baru turun ke bagian bawah.
\r\nb. Densitas maksimum air adalah pada temperatur 4°C.
\r\nc. Air memiliki kapasitas panas paling tinggi diantara semua zat cair, kecuali amonia.
\r\nd. Es akan mengapung di atas air.
\r\ne. Ikan dan tumbuhan laut masih bisa hidup meskipun temperatur udara di atasnya sangat dingin. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Daerah potensi penangkapan ikan di suatu perairan dapat dideteksi dengan melakukan analisis sebaran klorofil serta temperatur. Dan kedua parameter tersebut dicari suatu daerah yang disukai oleh ikan, salah satunya adalah daerah upwelling, karena
\r\n
\r\na. Perairannya kaya akan nutrien dan bahan makanan ikan.
\r\nb. Perairannya kaya akan oksigen.
\r\nc. Perairannya kaya memiliki temperatur yang hangat.
\r\nd. Perairannya bersifat tenang balk arus maupun gelombangnya.
\r\ne. Perairannya tidak terganggu oleh predator pemangsa ikan yang besar. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Hutan bakau merupakan saiah satu ekosistem di wilayah pesisir yang memiliki jasa ekosistem pengatur (regulating). Contoh di bawah ini yang BUKAN merupakan jasa ekosistem pengatur dari bakau adalah
\r\n
\r\na. Penyerap dan penyimpan karbon.
\r\nb. Pemurnian air.
\r\nc. Pencegah erosi pantai.
\r\nd. Pengaturan siklus air dan nutrien.
\r\ne. Penyedia bahan makanan dan obat-obatan.<\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Interaksi antara faktor biotik dan abiotik pada suatu ekosistem dapat terganggu oleh adanya suatu situasi asing (stranger). Contoh keadaan asing pada interaksi abiotik dengan biotik di hutan adalah
\r\n
\r\na. Penebangan pohon.
\r\nb. Pemanasan temperatur udara.
\r\nc. Perburuan hewan liar.
\r\nd. Masuknya spesies asing ke dalam suatu hutan yang bukan habitatnya.
\r\ne. Berkurangnya jumlah suatu spesies burung di hutan. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Berdasarkan teori toleransi, suatu ekosistem akan memiliki kondisi optimum pada suatu kondisi tertentu dan akan berkurang jika belum atau melebihi kondisi tersebut. Faktor pembatas dalam pencapaian kondisi tersebut terdiri dari faktor biotik dan abiotik. Contoh faktor abiotik yang mem batasi suatu ekosistem padang rumput adalah:
\r\n
\r\na. Terbatasnya jumlah rumput yang menjadi bahan makanan untuk konsumer tingkat 1.
\r\nb. Perkelahian antar predator dalam mencari mangsa.
\r\nc. Berkurangnya jumlah perkawinan spesies singa.
\r\nd. Proses rantailjaring makanan pada ekosistem padang rumput.
\r\ne. Keterbatasan curah hujan. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Bencana hidrometeorologis di daerah beriklim tropis yang melanda wilayah yang sangat luas adalah
\r\n
\r\na. Ekspansi gelombang udara panas.
\r\nb. Banjir karena hujan lebat.
\r\nc. Tanah longsor.
\r\nd. Kekeringan karena kemarau panjang.
\r\ne. Angin puling beliung. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Contoh tindakan mitigasi struktural untuk mengurangi risiko bencana adalah
\r\n
\r\na. Membangun masyarakat sadar bencana.
\r\nb. Merancang jalur-jalur evakuasi.
\r\nc. Merancang tayangan-tayangan tentang penyelamatan dart bencana.
\r\nd. Membangun jaringan sukarelawan penanggulangan bencana.
\r\ne. Membangun sistem pelatihan tanggap bencana. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Wilayah karst pada umumnya mengalami masalah kekeringan. Penyebab kekeringan tersebut adalah
\r\n
\r\na. Curah hujan rendah.
\r\nb. Evapotranspirasi tinggi.
\r\nc. Kerapatan vegetasi rendah.
\r\nd. Banyak terdapat rekahan (surupan, uvala, dll.)
\r\ne. Batuannya yang mudah pecah. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Suatu kawasan yang memiliki risiko terjadi likuifaksi (liquefaction) setelah terjadinya gempabumi biasanya dicirikan oleh hal-hal berikut:
\r\n
\r\na. Tersusun oleh material yang belum padu den air tanah relatif dangkal.
\r\nb. Tersusun oleh material yang masif dan air tanah relatif dangkal.
\r\nc. Tersusun oleh material yang belum padu dan air tanah relatif dalam.
\r\nd. Tersusun oleh material yang masif dan air tanah relatif dalam.
\r\ne. Tersusun oleh material yang kompak dan air tanah relatif dalam. <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Tsunami merupakan salah satu kejadian ekstrim yang dapat menimbulkan bencana. Faktor yang bukan pemicu terjadinya tsunami adalah
\r\n
\r\na. gempa bumi
\r\nb. longsor di dasar laut
\r\nc. erupsi gunungapi
\r\nd. tumbukan meteor
\r\ne. siklon tropis <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Sumberdaya air tanah memiliki rasa, warna, dan bau yang khas, yang terbentuk akibat pelarutan
\r\n
\r\na. asam
\r\nb. gliserida
\r\nc. mineral
\r\nd. bakteri
\r\ne. tumbuhan<\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t
Laju (rate) tertinggi pemanfaatan sumber daya alam terbarukan tanpa merusak kemampuannya untuk memperbaharui dirinya disebut
\r\n
\r\na. tingkat hasil berkelanjutan (level of sustained yield)
\r\nb. tingkat kelayakan ekonomi (level of economic viability)
\r\nc. laju perekrutan (recruitment rate)
\r\nd. laju penggantian (replacement rate)
\r\ne. laju pembaruan (renewable rate) <\/p>\r\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t